Seputar Peradilan

Kajian Dhuha PA Kayuagung : Mendatangi Tempat Haram

Kayuagung |pa-kayuagung.go.id

Selasa, 03 April 2018 Pengadilan Agama Kayuagung melaksanakan Kajian Dhuha salah satu program baru pengurus Musholla Al-Mahkamah yang terletak di Pengadilan Agama Kayuagung, kegiatan tersebut berisi ceramah singkat dan dirangkaikan dengan sholat dhuha dan wajib dihadiri oleh seluruh Pegawai Pengadilan Agama Kayuagung. Program ini menjadi wadah untuk saling mengingatkan dan saling menasehati yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan Penceramah secara bergilir oleh Hakim-hakim.

Hingga saat ini kegiatan ini telah berlangsung sebanyak 3 kali dan pada kesempatan kali ini bertindak sebagai Penceramah adalah Mumamad Syarif, S.H.I., M.H. bertajuk Mendatangi Tempat-tempat yang Haram. Menariknya bahasan ini dikhususkan tempat haram di lingkungan kerja Pengadilan Agama Kayuagung.

Penceramah mengawali bahasan dengan memaparkan lima Hukum Syara’ yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh ada kategori tanbih (didatangi tidak berdosa dan ditinggalkan memperoleh pahala) atau makruh tanzih (mendekati haram) dan haram.

Dalam ceramahnya disampaikan bahwa kita sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) telah berakad dengan Negara bahwa jam kerja kita mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan Pukul 16.30 di luar jam istirahat, jika selama jam kerja sebagaimana dalam akad tidak dalam posisi bekerja, maka telah menyalahi akad dengan negara. Namun jika ASN yang dimaksud tidak hadir dan tidak bekerja sebagaimana dalam akad, maka negara telah menyediakan instrumen untuk itu dan jika tanpa menggunakan instrumen yang telah disediakan, maka sudah tentu telah mendatangi tempat haram.

Dilanjutkan bahwa mendatangi tempat-tempat yang haram, contoh Hakim menemui para pihak haram hukumnya baik perspektif Agama, Perspektif Hukum dan dari sudut pandang manapun dengan tujuan tertentu. Contoh lain Jurusita/Jurusita Pengganti izin keluar untuk melaksanakan panggilan, namun ia pulang ke rumahnya, maka sesungguhnya ia telah mendatangi tempat haram, sedang mendatangi tempat haram pada jam kerja akan menghasilkan yang haram yang nantinya akan tumbuh menjadi daging dalam tubuh ini. Nabi Muhammad, SAW bersabda sebagai berikut:

لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحتٍ إلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَولَى بِهِ

Artinya : “setiap daging yang tumbuh dari barang haram, maka neraka yang paling utama dari dia

Di akhir kajian, penceramah mengajak seluruh komponen Pegawai Pengadilan Agama untuk mengembangkan dan mengevaluasi sendiri mengenai tindakan-tindakan yang kiranya menjadi haram untuk didatangi tidak hanya tempat haram dalam arti umum, namun juga media lain seperti jejaring sosial dll.