Seputar Peradilan

Acara Pencanangan Zona Integritas Pengadilan Agama Kayuagung Sukses Digelar

wbk

Kayuagung | Pengadilan Agama Kayuagung Kelas 1 B sukses menggelar acara pencanangan zona integritas wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM), pada Jumat (4/1).

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), perwakilan Ketua Pengadilan Negeri Kayuagung, Kapolres OKI, perwakilan Dandim 04 02 Kabupaten OKI, perwakilan Kepala Kementerian Agama OKI, dan unsur Advokat.

Pelan tapi pasti, acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian menyentuh pada basis terdalam suara hati lewat doa yang dipimpin M. Syarif, SHI, MH, hakim PA Kayuagung. Selanjutnya, suasana ruang sidang utama semakin khidmat, saat Ketua PA Kayuagung menyampaikan kata sambutan.

“Ada tiga pilot project dalam wilayah hukum PTA Sumatera Selatan yang ditunjuk untuk menggelar acara ini, yaitu PA Palembang, PA Kayuagung, dan PA Sekayu. Atas instruksi pimpinan PTA dan Badan Peradilan Agama (red. Badilag) tersebut, maka kami langsung melaksanakan acara ini,” papar Drs. Ikhsan, SH, MA.

Sebelumnya, Dirjen Badilag telah memaparkan konsep pelaksanaan WBK dan WBBM di lingkungan Peradilan Agama seluruh Indonesia. Paparan itu disampaikan dalam rapat koordinasi antara Ditjen Badilag dan Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung RI dua pekan terakhir di bulan Desember 2018 lalu. Hasilnya dari rapat koordinasi tersebut, menjadi landasan administrasi untuk dipatuhi oleh pengadilan agama seluruh Indonesia. Zona integritas menuju WBK dan WBBM adalah salah satu program prioritas Ditjen Badilag yang akan dikemas apik sepanjang tahun 2019 ini.

Jika ditilik ke belakang, upaya pembangunan WBK dan WBBM ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014, Mahkamah Agung bekerjasama dengan SUSTAIN EU-UNDP melakukan pencanangan serta mendiskusikan implementasi pengembangan zona integritas pada Mahkamah Agung dan 4 (empat) lingkungan peradilan di bawahnya. Hal itu sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2012 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi Pemerintah yang targetnya adalah 3 (tiga) sasaran hasil utama, yaitu : (1) Peningkatan kapasitas akuntabilitas organisasi, (2) Pemerintah yang bersih dan bebas KKN, dan (3) Peningkatan Pelayanan Publik.

Langkah konkrit yang telah dilakukan untuk mewujudkan birokrasi yang efektif dan efisien, PA Kayuagung telah melaksanakan ISO, akreditasi penjaminan mutu dengan predikat A excellent, menerapkan secara transparan serta mengembangkan sejumlah aplikasi berbasis elektronik, seperti Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), Sistem Informasi Kepegawaian (SIKEP), e-learning, e-money, Sistem Informasi Pengawasan, dan yang terbaru akan segera dilaksanakan adalah aplikasi pengadilan elektronik (e-court).

Menurut Ketua PA Kayuagung, untuk mewujudkan birokrasi yang memiliki pelayanan publik yang berkualitas, instansinya telah mengembangkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), publikasi putusan dalam satu hari (one day publish). “Dan dalam waktu dekat pendaftaran perkara secara online (e-filing), pembayaran perkara secara elektronik (e-payment), pemanggilan secara elektronik (e-summon) dan aplikasi pengadilan elektronik akan dikembangkan dengan mengembangkan persidangan secara elektronik (e-litigation),” tegas Drs. Ikhsan, SH, MA.

Ikhsan berharap agar pencapaian hari ini dijadikan landasan untuk meningkatkan pencapaian di masa yang akan datang. “Kita terus mendorong agar PA Kayuagung menjadi contoh bagi pengadilan lainnya dan semakin banyak pengadilan yang mencapai predikat WBK dan WBBM,” pungkasnya.

foto sertfikat

Sebagai penutup, acara tersebut diakhiri dengan penandatanganan sertifikat sebagai bukti zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) di Pengadilan Agama Kayuagung kelas 1 B berhasil dan sukses digelar. Para tamu undangan dan aparatur PA Kayuagung berduyun-duyun menuju meja makan untuk menyantap tekwan, kue-kue, dan buah-buahan saat sang surya menampakkan sinarnya. (Alim/Arqom)