Seputar Peradilan

NOTA KESEPAHAMAN PROGRAM ISBAT NIKAH TERPADU TAHUN 2019 SELESAI DITEKEN

INDRALAYA | Setelah sukses di tahun 2018, program isbat nikah terpadu satu atap antara Pengadilan Agama Kayuagung, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dan Kementerian Agama Kabupaten Ogan Ilir kini dilanjutkan lagi.

Nota Kesepahaman (memorandum of understanding) selesai diteken pada Rabu siang, (13/2) bertempat di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil komplek perkantoran lama Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. MoU tersebut ditandatangani oleh Ketua Pengadilan Agama Kayuagung Drs. Ikhsan, SH, MA, Kepala Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ogan Ilir Akh. Lutfi, S.Sos, M.Si dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ogan Ilir H.M. Kholil Azmi, S.Ag dan diketahui oleh Bupati Kabupaten Ogan Ilir H.M. Ilyas Panji Alam, SH, SE, MM.

mou ttd  mou

Foto : Penandatanganan MoU Isbat Nikah Terpadu 2019

Selain para pejabat teras di lingkungan PA Kayuagung, Pemkab OI dan Kementerian Agama Kabupaten OI, turut hadir para hakim PA Kayuagung, Panitera PA Kayuagung, Kasi Bimas Syariah Kemenag OI, dan insan pers.

Menurut Humas PA Kayuagung via WhatsApp, tahun 2019 ini pelaksanaan program isbat nikah terpadu akan dilaksanakan di aula perkantoran Bupati Ogan Ilir pada tanggal 19 sampai 21 Maret 2019 mendatang. Hal itu telah dituangkan dalam MoU hari ini.

“Kita dari PA Kayuagung sebagai decision maker dalam program ini, hakim sebagai pemutus perkara, oleh sebab itu para hakim dan pegawai harus mendukung keberhasilan program ini, kami sudah sampaikan evaluasi tahun lalu dan pihak pertama yaitu Dinas Dukcapil merespon baik masukan kita,” kata M. Syarif, SHI, MH usai menghadiri acara itu.

Lebih lanjut M. Syarif memaparkan, tahun 2019 ini PA Kayuagung menerima 300 perkara isbat nikah dengan komposisi 6 orang hakim tunggal sebagai pemutus perkara didampingi 6 orang panitera pengganti. Dari 300 perkara itu, tersebar di wilayah hukum Kabupaten Ogan Ilir dengan distribusi 2-3 kecamatan dan beberapa desa.

Selama tiga hari penuh secara marathon, para hakim, panitera pengganti, dan aparatur sipil Negara di lingkungan PA Kayuagung akan bekerja keras melayani masyarakat yang membutuhkan kepastian hukum dari sebuah perkawinan yang belum tercatat. (Alim/Arqom)