Seputar Peradilan

EMPAT PESAN KETUA PTA PALEMBANG PEMACU SEMANGAT KERJA

foto depan

KAYUAGUNG | Hari kedua, Kamis (16/5) rombongan PTA Palembang  di Kayuagung dilanjutkan dengan pembinaan. Bertempat di ruang sidang utama, ketua, para hakim, panitera, sekretaris, para pejabat dan pegawai berkumpul. Mereka menyimak pembinaan yang disampaikan Ketua PTA Palembang dan sekretaris.

Dalam pembinaan itu, Ketua PTA Palembang menyampaikan pengarahan Dirjen Badilag terkait kualitas dan capaian kinerja peradilan agama di Indonesia. Sisanya, ia menitipkan empat pesan, apa itu?

“Pesan pertama; SIPP harus menjadi penopang utama kinerja di PA Kayuagung, tadi sudah dilaporkan hijau, rangking satu kategori 3, harus dipertahankan lagi,” kata Drs. H. Endang Ali Ma’sum, SH, MH.

Peringkat SIPP PA Kayuagung pada tiga pekan terakhir mengalami kenaikan yang luar biasa, kinerja para tenaga teknis terus dipacu untuk mencapai sasaran kinerja yang maksimal. Wajar jika Ketua PTA Palembang berharap besar terhadap capaian SIPP disini, karena berdampak pada kualitas satuan kerja di lingkungan PTA Palembang

Pesan kedua menurut Ketua PTA Palembang, pelaksanaan e-court yang menjadi akses pelayanan masyarakat lebih efektif dan efisien.

“Tingkatkan lagi e-court nya, sekarang baru dua perkara seterusnya harus lebih lagi,” imbuh Ketua PTA Palembang.

Pesan ketiga, Akreditasi Penjaminan Mutu (APM), menurut Endang Ali Ma’sum APM menjadi standarisasi layanan di setiap satuan kerja, tidak terkecuali di PA Kayuagung. Nilai A excellent yang telah diterima, harus memacu kinerja dan pelayanan prima bagi aparatur dan masyarakat.

Pesan keempat, website PA Kayuagung harus ditingkatkan karena website itu merupakan perwajahan peradilan di Indonesia.

“Jangan sampai nilainya di bawah 71%, terus perhatikan content-content, upload semua dokumen yang menjadi acuan dalam website, termasuk perbaharui informasi-informasi setiap 2 minggu sekali,” terangnya.

PA Kayuagung sendiri telah menerapkan empat pesan tersebut, terkhusus website terus diperbarui setiap minggu dengan menayangkan berita-berita seputar kegiatan aparatur PA, selain itu update informasi lainnya menyangkut kebijakan pimpinan yang diformat dalam SK, hasil diskusi hukum, dan kebijakan Dirjen Badilag.

Usai menyampaikan empat pesan tersebut, sekretaris PTA Palembang menyambung dengan empat pesan kunci sukses bekerja di lingkungan PA. Apa itu?

“Pertama, bekerjalah karena Allah swt, luruskan niat semata-mata karena Allah!” tegas Drs. Edison, MA.

Menurut Sekretaris, tanpa niat baik mustahil capaian kinerja yang gemilang terwujud. PA Kayuagung mendapatkan peringkat satu SIPP karena semua aparatur di dalamnya berniat baik.

Kedua, Edison berpesan agar meningkatkan akuntabilitas. “Bahasa lainnya adalah bekerja sesuai aturan, akuntable itu bahasa DIPA, manajemen,” tegasnya.

Ia memberikan contoh, para pihak yang mendaftarkan perkara di PA tidak boleh menitipkan uangnya kepada pegawai dengan alasan pihak itu tidak tahu cara menyetor uangnya di bank. Jika hal itu dilakukan menurut Edison, akan melanggar peraturan tertulis.

“Kayuagung ini pihaknya sudah modern semua, bukan dusun lagi, mereka sudah paham cara berurusan di bank, jadi jangan melanggar aturan, itulah maksud dari akuntable,” ujar pak sekretaris.

Pesan ketiga menurut sekretaris, bina kebersamaan di kantor.

“Hakim bisa masuk surga jika disupport oleh panitera, sekretaris, para pegawai lainnya. Kantor bersih hakim bekerja nyaman, ruang sidang lengkap hakim nyaman, hakim bisa sidang nyaman karena tidak lapar, kenapa? Karena bagian keuangan mengurusi gaji hakim sehingga dengan hakim masuk syurga yang lain juga ikutan masuk,” paparnya.

Pesan terakhir adalah selalu menjaga perilaku. Edison tidak menginginkan ada pekerjaan tercela yang dilakukan aparatur di PA Kayuagung. Menurutnya, kode etik dan pedoman perilaku baik bagi hakim ataupun pejabat kepaniteraan, pejabat kesekretariatan, serta peraturan pemerintah tentang kepegawaian dan aparatur sipil Negara, mutlak dipatuhi.

“kita sudah ada PP, ada kode etik panitera dan jurusita, ada pedoman perilaku hakim, itu semua acuan kinerja agar tidak melakukan tindakan tercela, jangan menghilangkan kinerja karena pekerjaan tercela,” tegas Edison.

Terakhir, acara pembinaan ditutup dengan salam perpisahan dan foto bersama. (Alim/Arqom)