Seputar Peradilan

KETUA PA KAYUAGUNG MELEPAS CALON SARJANA HUKUM UIN

KAYUAGUNG | Ketua Pengadilan Agama Kayuagung melepas para mahasiswa fakultas syariah dan hukum UIN Raden Fatah Palembang, Jumat (29/6) siang. Para mahasiswa yang segera menjadi sarjana hukum itu, telah mengikuti praktik kerja lapangan (PKL) di kantor PA Kayuagung selama dua pekan.

Acara pelepasan dan penutupan PKL itu, dihadiri oleh Ketua PA Kayuagung, dosen pembimbing dari UIN Raden Fatah Palembang, trainer lapangan dari PA Kayuagung yang juga seorang hakim, para hakim, para pejabat kepaniteraan dan pejabat kesekretariatan dan sebagian ASN di lingkungan PA Kayuagung serta para mahasiswa.

Terhitung mulai tanggal 24 Juni 2019 lalu sampai dengan tanggal 29 Juni 2019 kemarin, sebanyak 11 orang mahasiswa berhasil mengikuti semua kegiatan PKL di PA Kayuagung, mereka berasal dari jurusan hukum keluarga. Praktik peradilan semu, praktik mediasi, observasi penelusuran alur perkara dan memahami tiga bagian di kantor PA menjadi fokus mereka.

KKN UIN

Selama satu pekan para mahasiswa dilatih tatacara pelaksanaan mediasi di PA, kemudian dilanjutkan dengan praktik persidangan dengan tugas masing-masing. Kemudian memasuki pekan kedua, mereka dilatih bekerja di meja 1, meja 2 dan meja 3, terakhir 11 orang mahasiswa itu dibagi dua kelompok untuk bekerja di bidang manajemen kepaniteraan dan manajemen kesekretariatan. Alhasil, mereka mampu menerapkan ilmu pengetahuannya.

Menurut salah seorang mahasiswa Silvia Ayuniar, silabus yang diajarkan di kantor PA Kayuagung lebih terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Dia merasa ada ilmu dan pengalaman yang bertambah setelah keluar dari kantor ini.

“Kawan-kawan kami yang PKL di kantor lain, tidak diajarkan seperti di sini, mereka hanya dibagi-bagi untuk bekerja di mana-mana, tidak ada arahan dan evaluasi,” kata Silvia.

Menanggapi hal itu, trainer yang bertugas di kantor PA Kayuagung Alimuddin, SHI, MH mengatakan, sudah sepantasnya para mahasiswa yang PKL diarahkan untuk mendapatkan pengalaman kerja yang maksimal, hal itu dikarenakan mereka nantinya akan menjadi tenaga-tenaga terampil di lapangan kerja.

“Sarjana itu harus mampu berpikir dan bekerja, mereka lulusan universitas, harus mampu mengamalkan ilmu keislaman dan mampu bekerja di lapangan, apalagi sarjana hukum, harus mampu menganalisa persoalan dan mencari jalan keluar dari persoalan itu, PA ini tempat menyelesaikan masalah, mereka hadir untuk belajar dan magang, tentunya mereka harus tahu, mana inti masalah dan bagaimana jalan keluarnya,” kata salah seorang hakim PA Kayuagung itu yang baru saja ditetapkan sebagai pejabat humas.

Ketua PA Kayuagung pun berpandangan sama, para mahasiswa yang baru lulus PKL harus berpikiran ke depan, tidak hanya selesai kuliah selesai tanpa pernah membaca dan belajar.

“Harus terus belajar dan belajar, apalagi sarjana hukum, karena hukum terus berubah, jangan berpikiran mau jadi PNS terus, pikirkan lapangan kerja bidang hukum yang lain, seperti Advokat bisa gabung di Peradi, bisa paralegal, bisa mediator, banyak,” tegas Dra. Sri Wahyuningsih, SH, MHI, di sela menyampaikan kata sambutan saat acara penutupan dan pelepasan.

Pihak UIN Raden Fatah Palembang berterima kasih atas respon baik dari PA Kayuagung kepada para mahasiswa, menurut Dra. Hj. Nafisah, M.Ag, salah seorang dosen pembimbing, ke depan kerjasama dua lembaga ini akan tetap dilanjutkan dengan jumlah mahasiswa lebih banyak lagi. Ia juga berpesan, ke depan durasi PKL akan ditambah menjadi satu bulan agar para mahasiswa mendapatkan pengalaman lapangan yang maksimal. (humas pakag)