Seputar Peradilan

HARI KETIGA ITSBAT NIKAH 300 PASUTRI RIANG GEMBIRA

INDRALAYA | Hari ketiga, Rabu (6/11) kemarin, sebanyak 300 pasangan suami istri (pasutri)  terlihat riang gembira. Mereka telah disahkan pernikahan dan langsung menerima kutipan akta nikah.

“Selama ini kami rasa khawatir kawin kami benar atau idak, sekarang kami yakin perkawinan kami sah secara agama Islam dan Negara,” kata Suratman, salah seorang pihak pemohon itsbat nikah usai dikabulkan perkaranya.

Suratman dan Santi, wajar riang gembira, selama ini mereka berdua menantikan saat-saat seperti ini, keabsahan dan kepastian hukum dari perkawinannya. Selama 23 tahun menikah, mereka merasa khawatir apakah perkawinan mereka sah atau belum.

buku nikah

Perkawinan dilaksanakan sesuai agama dan kepercayaan dan perkawinan harus dicatatkan oleh pihak yang benar. Demikian pemahaman yang termaktub dalam ketentuan Pasal 2 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Jika perkawinan dilaksanakan menurut agama masing-masing namun belum dicatatkan, maka perkawinan itu belum tentu sah, tapi jika telah memenuhi maksud Pasal 2 tersebut, maka perkawinan sah menurut agama Islam dan hukum yang berlaku di Indonesia.

Pelaksanaan itsbat nikah ini bertujuan untuk mengakomodir ketentuan Pasal 2 UU Perkawinan tersebut, sehingga perkawinan masyarakat yang telah mereka laksanakan dulu dapat disahkan secara hukum perkawinan di Indonesia.

Lalu, setelah melalui proses persidangan di Pengadilan Agama Kayuagung dan diputus, maka para pihak pencari keadilan akan langsung menerima kutipan akta nikah dari kantor urusan agama kecamatan tempat mereka dulu menikah dan menerima identitas hukum.

“Ya, mereka langsung menerima kartu keluarga, akta kelahiran dan perkawinan dicatatkan,” ujar Lutfi, S.Sos, M.Si Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ogan Ilir.

Data yang dihimpun redaksi, 300 pasutri berhasil menerima kutipan akta nikah dan identitas hukum, artinya tinggal separuh lagi pelaksanaan itsbat nikah ini akan berakhir. (Alim/Arqom)