Seputar Peradilan

SIDANG ITSBAT NIKAH SELESAI ROMBONGAN DIPULANGKAN

buku nikah

INDRALAYA | Jumat, 8 November 2019, pelaksanaan sidang itsbat nikah terpadu Pengadilan Agama Kayuagung di komplek perkantoran Tanjung Senai Kabupaten Ogan Ilir selesai, penutupan secara simbolis oleh pimpinan PA Kayuagung dan Pemkab Ogan Ilir pada Jumat siang.

Usai sidang, rombongan yang terdiri atas para hakim, kepaniteraan dan kesekretariatan dipulangkan. Mereka berhasil melaksanakan tugas dan fungsinya, sebanyak 530 perkara berhasil diputuskan.

Acara sidang itsbat nikah yang telah dimulai sejak Senin (4/11) lalu dan berakhir hari ini (8/11) menyisakan cerita panjang, dari 530 perkara yang diputuskan tersebut, pasangan suami istri telah menunggu cukup lama guna mendapatkan buku nikah.

“Kami lama menunggu buku nikah, kami merasa khawatir setiap kali ada razia,” tegas Suhardiman, warga Rantau Alai.

Apa yang dirasakan pak Suhardiman itu, senyatanya dirasakan sama dengan warga lainnya yang menjadi para pemohon dalam perkara itsbat nikah tahun ini. Mereka merasa khawatir, cemas, dan takut jika ada razia, termasuk kepastian hukum anak-anak mereka.

Selain itu, bukan unsur kesengajaan mereka tidak mengurus pencatatan perkawinan, namun karena kelalaian petugas pencatat nikah yang terkadang lupa ataupun telah meninggal dunia.

“Kami sudah bayar, P3N sudah datang, tapi karena pak ketib meninggal buku nikah kami tidak jelas,” kata  Iyan, pemohon dari warga kecamatan Payaraman.

Beragam problematika tersebut, PA Kayuagung melaksanakan program sidang itsbat nikah terpadu, tiga lembaga bergabung menjadi satu dalam rangka gerakan sadar administrasi kependudukan (GISA).

“Mereka butuh kepastian hukum, buku nikah itu adalah bentuk dari kepastian hukum, jika ada buku nikah maka hukum itu pasti, bermanfaat dan tentunya rasa keadilan akan mereka rasakan,” tegas wakil ketua PA Kayuagung Drs. Cik Basir, SH, MHI.

Pelaksanaan sidang itsbat nikah terpadu PA Kayuagung bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ogan Ilir dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ogan Ilir tahun 2019 ini selesai, tahun depan dikabarkan masih ada sisa perkara 700an lagi untuk disidangkan, namun hal tersebut belum ada pihak yang dapat memastikannya. (Alim/Arqom)