Seputar Peradilan

Sidang Isbat Nikah Ogan Ilir Sebanyak 600 Perkara Resmi Dibuka

INDRALAYA | Bupati Kabupaten Ogan Ilir H. Ilyas Panji Alam, SH, SE, MM, resmi membuka acara sidang isbat nikah terpadu sebanyak 600 perkara, Senin siang (24/2) kemarin. Acara pembukaan dilaksanakan di aula komplek perkantoran pemerintah kabupaten Ogan Ilir di Desa Tanjung Senai.

Acara tersebut akan dilaksanakan sejak Senin sampai Jumat (28/2) mendatang selama 5 hari kerja.

Hadir Ketua Pengadilan Agama Agama Kayuagung, wakil ketua, para hakim, panitera, sekretaris, dan para pegawai. Kemudian disusul Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ogan Ilir, para kepala KUA terkait dan jajaran dinas kependudukan dan pencatatan sipil di kabupaten Ogan Ilir.

isbat 2020

Menurut Bupati, acara ini yang keempat kali setelah sukses di tahun 2019 lalu, ia berharap ke depan akan tetap dilanjutkan.

“Saya minta dinas dukcapil tetap membuka pendaftaran dan mendata masyarakat yang belum kebagian, apakah  tetap dilanjutkan?” teriak Ilyas Panji Alam. “Lanjuuut!!” jawab masyarakat yang hadir serentak.

Memang benar yang diucapkan Bupati, program ini dirajut sejak 2017 lalu, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir berkerjasama dengan PA Kayuagung dan Kementerian Agama setempat, sukes menggelar acara sidang isbat nikah terpadu satu atap.

Tahun 2020 ini, 600 perkara akan disidangkan dan dikeluarkan identitas hukum berupa kutipan akta nikah, akta kelahiran dan kartu keluarga.

Menurut Bupati Ogan Ilir, gerakan Indonesia sadar administrasi kependudukan adalah sebuah keniscayaan saat ini. Selain ada dasar hukum berupa instruksi Menteri Dalam Negeri dan undang-undang adminduk, program ini pun bermanfaat bagi masyarakat.

“Sekarang buku nikah itu perlu, kalian bisa mendaftarkan anak sekolah, naik haji dan umroh, bisa minjam duit di bank,” ujar Ilyas Panji Alam.

Ketua PA Kayuagung sependapat jika sidang isbat ini tetap dilanjutkan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat di wilayah hukum PA Kayuagung. Sri Wahyuningsih mengatakan, semakin banyak masyarakat yang telah mendapatkan kepastian perkawinan mereka, maka akan semakin baik bagi penegakan hukum keluarga di Kabupaten Ogan Ilir.

“Tapi semua tergantung pada anggaran pemkab OI, karena mereka gratis tidak bayar, semua ditanggung pemkab, kita sebagai pihak yang diajak kerjasama tentu berharap yang terbaik,” kata calon wakil ketua PA Palembang ini sumringah.

Pantauan di lapangan, hari perdana sidang isbat nikah berjalan sukses, meskipun sedikit terlambat karena disela acara pembukaan oleh pihak pemkab Ogan Ilir. (humas_pakag)