Seputar Peradilan

ANTISIPASI COVID19, PA KAYUAGUNG BATASI JAM KERJA

antisipasi covidKAYUAGUNG |  Merebak dampak epidemik virus covid19 atau sering disebut virus corona, semua pihak mengantisipasi diri hingga membatasi pergaulan, termasuk lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah di seluruh Indonesia. Pengadilan Agama Kayuagung sebagai salah satu lembaga Negara (yudikatif) di kabupaten, mengantisipasi penyebaran virus corona melalui pembatasan jam kerja, masuk pukul 09.00 WIB dan pulang pukul 14.00 WIB mulai Senin hingga Jumat.

Pembatasan itu berdasarkan hasil keputusan pimpinan PA Kayuagung pekan lalu dan diberlakukan sejak Senin (30/3) kemarin hingga waktu yang belum dipastikan. Menurut Ketua PA Kayuagung, pihaknya tidak menerapkan bekerja di rumah tapi hanya mengurangi jam kerja karena tugas pokok dan fungsi harus berjalan.

“Kami tetap menghormati peraturan yang membolehkan bekerja dari rumah bahkan ada sebagian instansi yang meliburkan pegawainya, tapi bagi kami lembaga pelayanan hukum, tentu harus terus berjaga-jaga dan persidangan berjalan baik walau ada sedikit pembatasan jam kerja dan pembatasan penerimaan perkara,” kata Drs. Cik Basir, SH, MHI.

Lebih lanjut Cik Basir menegaskan, selain pembatasan jam kerja PA Kayuagung pun menghentikan sementara penerimaan perkara hingga 6 April 2020 mendatang. Akan tetapi menurutnya, perkara yang terlanjur terdaftar dan dipanggil akan segera disidangkan.

“Perkara yang sudah dipanggil kami sidangkan dengan penundaan disesuaikan dengan kondisi lapangan, itu semua kebijakan majelis hakim,” urainya.

Penyebaran virus covid19 belum dipastikan kapan berakhir, pemerintah mengambil sikap tegas dengan membatasi kegiatan sosial berskala besar dan membagi anggaran Negara untuk menangani wabah ini. Kegiatan itu termasuk rapat akbar, acara yang melibatkan orang banyak dan kontak fisik secara langsung.

Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 21 tahun 2020, Presiden Joko Widodo secara tegas menghimbau agar instansi pemerintah dan non pemerintah, lembaga Negara dan instansi lainnya mengurangi dan membatasi kegiatan berskala besar tersebut. Hal itu menunjukkan pemerintah serius menghadapi wabah corona ini agar tidak menambah korban di tingkat daerah. (humas_pakag)