Seputar Peradilan

MENJELANG AKHIR TAHUN, PA KAYUAGUNG TUNTASKAN 89 PERKARA ISBAT NIKAH

isbat terpadu oki2020KAYUAGUNG | Pengadilan Agama Kayuagung menyelesaikan lebih kurang 89 berkas perkara isbat nikah yang disidangkan secara terpadu pada Kamis, (19/11) di GOR Biduk Kajang Kota Kayuagung kemarin. Acara tersebut kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Pengadilan Agama Kayuagung.

Semula acara tersebut akan dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2020 lalu, namun karena wabah virus corona yang meningkat, maka tiga instansi tersebut mengundurkannya. “Bulan ini lebih pas,” ujar Drs. Malem Puteh, SH, MH, Ketua PA Kayuagung saat pembukaan.

Menjelang akhir tahun 2020, penumpukan perkara terjadi, penyelesaian perkara pun harus tuntas sebelum tengah Desember 2020 mendatang, hal tersebut sebagai bentuk antisipasi jika terjadi sisa perkara yang lebih dari 20% secara nasional.

Meskipun demikian, upaya melayani masyarakat yang mencari keadilan di pengadilan agama terus dilakukan, salah satunya dengan cara menggelar program sidang isbat nikah terpadu di akhir bulan ini.

Menurut Malem Puteh, pelaksanaan sidang isbat nikah ini menjawab keresahan masyarakat Ogan Komering Ilir terutama yang bermukim di Kecamatan Teluk Gelam, mereka belum memiliki buku nikah sehingga berdampak pada kehidupan sosialnya.

“Buku nikah itu sangat penting, guna mengurus akta kelahiran anak, kartu keluarga, jaminan kesehatan dan sosial, bantuan lainnya dari pemerintah, pokoknya penting dan terjamin menurut hukum,” tegasnya.

Dari jumlah perkara tersebut, sekitar 97% dikabulkan dan sisanya diputuskan gugur dan cabut. Perkara dikabulkan karena para pihak berhasil membuktikan dalil-dalil permohonannya, perkara digugurkan karena para pihak tidak menghadiri sidang tanpa alasan sah dan perkara dicabut karena ada salah seorang pihak berperkara yang telah wafat namun tidak melaporkan pada panitia.

Menurut Panitera PA Kayuagung, bagi para pihak yang perkaranya dikabulkan, mereka berhak menerima buku nikah dan mencatatkan perkawinannya pada KUA setempat. Lalu bagaimana dengan perkara gugur dan cabut?.

“Perkara gugur, mereka boleh mendaftarkan ulang ke PA Kayuagung dengan biaya sendiri atau mengikuti program serupa tahun depan jika pihak Pemkab OKI masih menjalin kerjasama, lalu bagi perkara cabut alasan salah seorang pihaknya meninggal dunia, mereka boleh mengajukan perkara isbat nikah dengan memasukkan anak sebagai salah seorang pihak,” papar Edy Syafiq, SH.

Data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) pada awal pekan lalu, PA Kayuagung masih bertengger di nomor 11 nasional, namun jika semua perkara berhasil diputuskan dan penetapan itu diinput lalu diminutasi, maka dapat dipastikan PA Kayuagung masuk dalam peringkat 10 besar nasional pekan depan. (Alim/Arqomsyah/humas-PAkag).