Seputar Peradilan

TIGA PESAN KETUA PA KAYUAGUNG TENTANG KEDISIPLINAN

rapat1KAYUAGUNG | Ketua Pengadilan Agama Kayuagung menggelar rapat koordinasi Selasa siang (9/6) kemarin, hasilnya ada tiga pesan penting tentang kedisiplinan aparatur, apa itu?

Pertama, terkait Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 7 tahun 2016 tentang penegakan disiplin hakim pada mahkamah agung dan badan peradilan di bawahnya, kendatipun di dalamnya banyak disitir kedisiplinan hakim, namun ada beberapa mata pasal yang juga menyangkut kedisiplinan aparatur non hakim seperti kepaniteraan dan kesekretariatan.

Menurut Ketua PA Kayuagung, tolok ukur kedisiplinan ditentukan oleh absensi online berupa finger scan dan absensi tertulis atau manual. Ia juga berpesan agar bagian kepegawaian menindak lanjuti peraturan tentang absensi tersebut.

“Saya minta disiplin ini ditingkatkan, absensi jangan seperti itu (red.acak-acakan), tolong disesuaikan jam kerja kita seperti semula (new normal), masuk pukul 08.00 dan pulang pukul 16.30, jika ada yang minta izin ikuti mekanisme yang ada,” terang Drs. Cik Basir SH, MHI saat memaparkan bunyi Perma itu.

Kedua, peserta fit and proper tes calon wakil ketua PA kelas 1A itu berpesan, terkait pelayanan kepada masyarakat harus menyesuaikan dengan jadwal kantor, jika masuk kantor pukul 08.00 WIB, maka pelayanan mulai dibuka pukul 08.15 atau pukul 08.30 WIB, dengan demikian layanan persidangan dapat dimulai tepat pukul 09.00 WIB sesuai undangan/panggilan sidang.

“Kita sepakati saja jam layanan kepada pencari keadilan dimulai pukul 08.30 sampai pukul 15.00, jam layanan sidang seperti biasa pukul 09.00, masyarakat jam terlalu lama menunggu karena mereka dari jauh, desa desa di pedalaman sana,” kata Cik Basir.

Ketiga, ia berpesan, tim pemantau kedisiplinan harus aktif dan reaktif, mereka telah dikeluarkan mandat melalui secarik surat keputusan, maka tugasnya adalah mengawasi, membina, dan memantau perkembangan disiplin kantor dan aparaturnya.

rapat2

“ Saya sudah menunjuk tim pemantau disiplin, bekerjalah ! apel tiap pagi Senin dan Jumat sore kita mulai lagi, pakaian dinas kita sesuaikan, jangan ada yang menggunakan sandal kecuali mau ke musholla, saya kira bapak dan ibu sudah memahami semua,” urai Ketua PA Kayuagung.

Menanggapi tiga pesan ketua PA Kayuagung tersebut, ketua tim pemantau disiplin M. Arqom Pamulutan, S.Ag, MH mengajak aparatur untuk menaatinya. Menurutnya, seyogyanya kantor harus dibuat seperti layaknya kantor dan bekerja di kantor harus layaknya bekerja di kantor, bukan orientasi mencari untung rugi, atau mencari menang kalah ataupun mencari 'job sampingan’.

“Jika kita komitmen menjadikan kantor ini layaknya kantor dan kita bekerja di kantor layaknya bekerja orang kantoran, maka tujuan akan tercapai,” tegas Arqom. (humas_pakag